Sebuah pertanyaan sederhana,
apakah orang tidak beragama sama dengan orang tidak berTuhan?
Jujur bosen liat TV masalah antar
agama, liat sosial media masalah agama, liat koran, masalah agama. Engga masalah
sih masalah di bicarakan di mana-mana tapi yang memalukan itu liat beritanya,
agama A menyerang agama B, agama B menyerang agama A. Pemerintah belain A
dibenci, pemerintah belain B dibenci. Agama saling menjelekan baik secara
terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi. Udah gitu bawa-bawa masalah
mayoritas dan minoritas lagi.
Agama itu apa sebenernya? Orang sekarang
banyak berkata tidak beragama maka tidak berTuhan. Tapi saya mengatakan tidak
karena banyak orang beragama sekarang kelakuannya aneh, saling melukai, saling
merusak dan yang paling aneh semua di atas namakan agama (ingat bukan Tuhan). Sebenarnya
orang-orang ini menyembah Tuhan yang menciptakan semua atau menyembah Tuhan
yang mereka ciptakan atau mereka inginkan (kaya film PK). Sebenaranya pertanyaan
sederhana ini perlu kita pikirkan kembali, apakah Tuhan beragama?, apakah
beragama sama dengan berTuhan?, Apakah Tuhan perlu dibela?. Kalo agama mungkin
orang masih banyak membela, kenapa? Karena agama bukanlah apa-apa (ingat yang
saya bilang agama bukan ajarannya) kenapa saya bilang seperti itu?. Kita lihat
banyak orang yang membela agama dengan segala macam cara sampai melupakan ajaran
yang diajarkan oleh agama, tapi tetap semua tindakan ‘aneh’ itu tetap di atas
namakan AGAMA. Sebenarnya orang bodoh ini (penulis) tidak pesimis dan benci
dengan agama namun orang bodoh ini cape ngelihat orang-orang beragama yang tak
berTuhan.
Kalo kelakuan kita seperti ini
terus maka jangan menyalahkan kalo orang banyak tidak beragama. Sudah banyak
orang yang kecewa dan tidak beragama. Sebenarnya menurut orang bodoh ini mereka
bukan kecewa dengan agama tetapi kecewa dengan kelakuan orang-orangnya yang beragama
(katanya). Orang selalu menjudge anda
tidak beragama anda tidak masuk surga. Tapi benarkah?, pertanyaan sederhana
bila orang beragama tapi kelakuannya tidak berTuhan bagaimana? Bila orang tidak
beragama tetapi ia mengakui adanya Tuhan dan menjalankan perintah Tuhan
bagaimana?. Bagimana orang tidak beragama itu mempunyai jalan hidup sesuai
dengan yang dimau-Nya?
Tapi seperti perkataan
orang-orang dulu bukan kita yang menentukan dan memikirkan siapa yang masuk
surga dan yang tidak. Karena kita bukan Tuhan (walaupun banyak orang yang
menggap dirinya tuhan dengan melakukan hal itu), kita hanya bisa melakukan yang
terbaik untuk Tuhan, sesama dan alam.
Bahagianya jadi orang bodoh yang
mau belajar, mendengar dan menghargai orang-orang lain karena dengan begitu
(bagi saya) saya dapat lebih mengenal dan mengetahui mau Tuhan dalam hidup
saya. Saya berharap saya tidak menjadi orang pintar sehingga saya menjadi tidak
mau belajar, mendengar orang lain, menghargai orang-orang lain hal ini, dan akhirnya
menciptakan tuhan yang ideal bagi saya.
24/07/2015
24/07/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar